<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170</id><updated>2011-07-07T17:21:46.713-07:00</updated><category term='jarkom'/><category term='wimax'/><title type='text'>blog keren</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-2224205119892666118</id><published>2009-12-21T01:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T01:35:47.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jarkom'/><title type='text'>Sejarah Telepon Selular &amp; Perkembangan Teknologi Selular</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;Perkembangan Teknologi Seluler berkembang dengan cepat sekali, sehingga fungsi handphone bukan digunakan sebagai fitur komunikasi saja, dengan tambahan-tambahan fitur seperti kamera digital, radio, LCD berwarna dengan resolusi tinggi, handphone menjadi perangkat yang canggih dan pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone merupakan alat Komunikasi Wireless yaitu komunikasi bergerak tanpa kabel yang dibilang dengan Mobile Device. Teknologi wireless ini telah berkembang dengan pesat dalam satu dekade terakhir ini. Prinsip dari komunikasi wireless ini menggunakan kanal radio yang terpisah untuk berkomunikasi dengan cell site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Telepon Seluler&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;Ponsel merupakan gabungan dari Teknologi Radio yang dikawinkan dengan Teknologi Komunikasi Telepon. Telepon pertama kali ditemukan dan diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Sedangkan komunikasi tanpa kabel (wireless) ditemukan oleh Nikolai Tesla pada tahun 1880 dan diperkenalkan oleh Guglielmo Marconi.&lt;br /&gt;Akar dari perkembangan digital wireless dan seluler dimulai sejak 1940 saat teknologi telepon mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Teknologi Seluler&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;Dengan perkembangan teknologi wireless yang sedang berkembang pesat saat ini yaitu teknologi telepon tanpa kabel (wireless) diantaranya AMPS (Advance Mobile Phone System), GSM (Global System for Mobile system) dan CDMA ( Code Division Multiple Access).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMPS (Advance Mobile Phone System)&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;AMPS merupakan generasi pertama pada teknologi selular.&lt;br /&gt;System ini berada pada Band 800 Mhz, yang menggunakan 2 sirkuit yang terintergrasikan dari Computer Dedicated dan System Switch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz - 894 Mhz.&lt;br /&gt;AMPS di operasikan pada Band 800 Mhz sehingga tidak memungkin kan ada nya fitur seperti e-mail dan browsing, serta masi kekurangan dalam kualitas suara.&lt;br /&gt;Ini lah yang menjadi kendala, sehingga system ini tidak berkembang dan ditinggalkan setelah teknologi digital berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM (Global System for Mobile telekomunication)&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;GSM adalah generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan pada taun 1991 dan mulai berkembang pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Utara.&lt;br /&gt;Perkembangan pesat dari GSM disebabkan cara penggunaan system yang digital sehingga memungkinkan pengembang untuk mengekploitasi penggunaan algoritma dan digital serta memungkinkannya penggunaan Very Large Scale Intergration (VLSI). Untuk mengurangi dan memperkecil biaya Handled terminalnya, pada saat ini GSM sudah menggunakan fitur Intelegent Network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system selular digital. GSM pertama kali dibuat diperuntukan untuk menjadi system telekomunikasi bergerak yang memiliki cakupan internasional yang berdasarkan pada teknologi Multyplexing Time Division Multiple access (TDMA). GSM menggunakan frekuensi standart 900Mhz dan frekuensi 1800Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga menyediakan layanan pengiriman data dengan high speed yang menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) dengan rate 64 Kbps hingga 100 Kbps. Saat ini di Indonesia yang mengadopsi GSM sudah sekian banyak, PT Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, Indosat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA (Code Devision Multiple Access)&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;CDMA merupakan generasi ketiga (3G). Teknologi seluler telah berkembang pesat. Sekarang telah berkembang Code Devision Multiple Access yang mengunakan sistem spectrum.&lt;br /&gt;Berbeda dengan GSM yang menggunakan Time Division Multiplexing. CDMA tidak memiliki frekuensi khusus pada setiap user. Setiap channel menggunakan spectrum yang tersedia secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA merupakan perkembangan AMPS yang pertama kali digunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai komunikasi Intelejen pada waktu perang.&lt;br /&gt;Perkembangan CDMA tidak secepat perkembangan GSM yang paling banyak diadopsi di berbagai macam negara.&lt;br /&gt;Di Indonesia untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT.Mobile-8, Telecom, Telkomflexy dan Esia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://www.bagansiapiapi.net/id/blogdetail.php?id=59"&gt;www.bagansiapiapi.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-2224205119892666118?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/2224205119892666118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/12/sejarah-telepon-selular-perkembangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/2224205119892666118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/2224205119892666118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/12/sejarah-telepon-selular-perkembangan.html' title='Sejarah Telepon Selular &amp; Perkembangan Teknologi Selular'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-6551530527324593673</id><published>2009-12-21T01:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T01:30:54.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jarkom'/><title type='text'>ISDN</title><content type='html'>ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemakai juga memiliki akses standar melalui satu set interface pemakai jaringan multiguna standar. ISDN merupakan sebuah bentuk evolusi telepon local loop yang memepertimbangkan jaringan telepon sebagai jaringan terbesar di dunia telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ISDN terdapat dua jenis pelayanan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Basic Rate Inteface (BRI)&lt;br /&gt;   2. Primary Rate Interface (PRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[sembunyikan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 Sejarah ISDN&lt;br /&gt;    * 2 Latar Belakang ISDN&lt;br /&gt;          o 2.1 Keuntungan ISDN&lt;br /&gt;          o 2.2 Model Jaringan&lt;br /&gt;          o 2.3 Komponen ISDN&lt;br /&gt;    * 3 Pelayanan ISDN&lt;br /&gt;          o 3.1 Aplikasi yang didukung oleh ISDN&lt;br /&gt;          o 3.2 Broadcast-ISDN&lt;br /&gt;    * 4 ISDN di Indonesia&lt;br /&gt;          o 4.1 Layanan ISDN di Indonesia&lt;br /&gt;    * 5 Lihat pula&lt;br /&gt;    * 6 Pranala luar&lt;br /&gt;    * 7 Referensi&lt;br /&gt;Sebelum terciptanya ISDN, ada juga beberapa jaringan konvensional yang digunakan dalam masyarakat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jaringan Telepon (PSTN = Public Switched Telephone Network)&lt;br /&gt;   2. Jaringan komunikasi data (PDN = Public Data Network)&lt;br /&gt;   3. Jaringan Telex (PSTX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan-jaringan konvensional ini digabungkan menjadi jaringan digital yang terintegrasi dengan cara mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut, kemudian jaringan-jaringan yang telah memenuhi konsep Integrated Digital Network diintegrasikan sehingga pada akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua jaringan konvensional ini menjadi sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep digital sampai ke pengguna akhir.&lt;br /&gt;Melihat langkah-langkah penggabungan diatas, dapat disimpulkan bahwa IDN merupakan asal mula terciptanya ISDN. Awalnya, telepon jaringan menggunakan kawat atau kabel untuk sarana koneksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada permulaan tahun 1960-an, sistem telepon ini mulai dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke sambungan paket sistem digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar bermula ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal Bigfon di Berlin pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang sama penggunaaan ISDN mulai disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi ini dimulai oleh CCITT (sekarang ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan PBB yang menangani bidang standarisasi telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISDN muncul menjadi sebuah sarana telekomunikasi di tengah masyarakat akibat adanya pertumbuhan permintaan dalam hal komunikasi suara, data, dan gambar, namun dengan biaya yang rendah dan fleksibilitas yang tinggi. Disamping itu, perkembangan perangkat terminal CTE memberikan kebebasan kepada pelanggan dalam memilih alat komunikasi yang berstandarkan ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ISDN menawarkan kecepatan dan kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat disbanding PSTN&lt;br /&gt;2. Efisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu&lt;br /&gt;3. Fleksibel. Single interface untuk terminal bervariasi&lt;br /&gt;4. Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audio dan video&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbeda satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokol untuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja yang masih berbeda.&lt;br /&gt;3. Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ISDN terdiri dari lima buah komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, dan Local Exchange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa fitur layanan utama yang ditawarkan oleh sistem ISDN. Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bearer Service.&lt;br /&gt;      Bearer Service merupakan layanan awal dan dasar yang diperuntukkan bagi pengguna yang baru bergabung dengan jaringan ISDN. Pengguna baru akan mendapatkan layanan dasar ini begitu mendaftar sebagai pelanggan ISDN. Bearer Service menyediakan layanan transfer mode,transfer rate, dan transfer capability. Layanan ini menunjukkan dan menjelaskan karakteristik jaringan transmisi yang ditawarkan oleh operator penyedia jaringan antara terminal pengguna dan jaringan.&lt;br /&gt;   2. TeleService&lt;br /&gt;      TeleService adalah layanan yang pada dasaranya telah diberikan dari awal oleh jaringan ISDN, namununtuk menggunakannya harus didukung dari peralatan atau terminal pengguna. Jika pengguna masih menggunakan peralatan standar, maka layanan TeleService ini tidak dapat digunakan.&lt;br /&gt;   3. Supplementary Service&lt;br /&gt;      Supplementary Service adalah layanan tambahan yang disediakan oleh jaringan ISDN ke pengguna, namun dalam mengaksesnya, pengguna dibebankan biaya tambahan ketika mengaktifkan layanan ini. Supplementary Service digunakan bersama dengan layanan dasar jaringan ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Teledisket&lt;br /&gt;    * PC Workgroup&lt;br /&gt;    * Inter LAN&lt;br /&gt;    * HiQ Fax&lt;br /&gt;    * Video Conference&lt;br /&gt;    * Remote Security Control&lt;br /&gt;    * Bank Account Line&lt;br /&gt;    * Teledoctor&lt;br /&gt;    * Wide Voice&lt;br /&gt;    * Back Up Line&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Broadcast-ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses Broadcast-ISDN muncul akibat dari usaha Jerman melengkapi perumahan dan perkantoran. Ada dua cara untuk memperbesar kapasitas pengiriman data lewat ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. SDH, yaitu alat untuk beban 150 Mbps dengan pelayanan yang berbeda dari laju data yang bervariasi&lt;br /&gt;   2. ATM, yaitu pengembangan penyambungan paket yang memakai ukuran paket yang sama yang diesebut dengan istilah sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan Broadcast ISDN hampir mirip dengan pelayanan ISDN, yaitu mempunyai:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bearer Service, yaitu pemberian kanal informasi melalui pita lebar tertentu&lt;br /&gt;    * TeleService, yaitu pengembangan dari jenis layanan yang pertama, yang bertumpu pada kemampuan switch dan CPE. TeleService dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Pelayanan Interaktif (mencakup Conversational, Message, dan Retrieval Service), dan Pelayanan Distributif (mencakup distribusi dengan kemampuan kontrol penerimaan dan tanpa kemampuan kontrol penerimaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi layanan ISDN di Indonesia disediakan oleh PT Telkom. ISDN merupakan hasil evolusi dari PSTN. Proses evolusi ini dilakukan dengan pelayanan berbasis PSTN, kemudian berubah ke pelayanan SMDS, sampai akhirnya pelayanan ISDN dan Broadcast-ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Direct Dialling In. teleponyang tersambung ke jaringan PSTN/ISDN dapat secara langsung memanggil pesawat cabang STLO.&lt;br /&gt;    * Call Diversion. Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab (answering service)&lt;br /&gt;    * Do Not Disturb. Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.&lt;br /&gt;    * PBX Line Hunting Service. Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.&lt;br /&gt;    * Three Party Service. Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.&lt;br /&gt;    * Freephone. Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.&lt;br /&gt;    * Speed Dialling. Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.&lt;br /&gt;    * Call Waiting. Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.&lt;br /&gt;    * Centrex Service. Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secara khusus.&lt;br /&gt;    * Malicious Call Identification. Pelanggan dapat meminta identifikasi panggilan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/ISDN"&gt;id.wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-6551530527324593673?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/6551530527324593673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/12/isdn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/6551530527324593673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/6551530527324593673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/12/isdn.html' title='ISDN'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-9190337334992684455</id><published>2009-12-14T03:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T04:02:48.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jarkom'/><title type='text'>Pengertian ATM</title><content type='html'>Mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automatic Teller Machine) sudah tidak asing lagi buat Kita .namun siapakah yang pertama menemukannya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luther George Simjian adalah salah seorang Penemu dan ilmuwan yang berumur cukup panjang. Ia dilahirkan di Turki pada 28 Januari 1905, dan meninggal pada 23 Oktober 1997 dalam usia 92 tahun&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYnBiLlQEI/AAAAAAAAAA4/wk_Rd0n4MRg/s1600-h/SimjianLutherThm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYnBiLlQEI/AAAAAAAAAA4/wk_Rd0n4MRg/s200/SimjianLutherThm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415058509268336706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Simjian muda hijrah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun, karena dipisahkan dari keluarganya pada masa Perang Dunia I. Setelah bertemu dengan kerabatnya di Connecticut, dia mulai belajar mandiri dengan bekerja sebagai Fotografer sesuai dengan bidang ketertarikannya. Pada awal mulanya, Simjian belajar di Universitas Yale dengan mengambil bidang Kedokteran. Namun minatnya berubah ketika Pihak Universitas memberikan pekerjaan di Laboratorium Foto. Pada tahun 1928, dia telah menduduki jabatan Direktur pada Departemen Fotografi di Universitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYnwAcWl-I/AAAAAAAAABA/_DkCSeGEV_U/s1600-h/atm2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYnwAcWl-I/AAAAAAAAABA/_DkCSeGEV_U/s200/atm2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415059307665725410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1934 Simjian pindah ke New York, di mana dia mengembangkan mesin X-ray warna dan self-posing portrait camera, yang memungkinkan subyek untuk melihat ke dalam cermin dan melihat gambar yang tepat yang akan diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYocJYbtUI/AAAAAAAAABI/iz-_BBjZpO4/s1600-h/atm4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 121px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYocJYbtUI/AAAAAAAAABI/iz-_BBjZpO4/s200/atm4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415060065979446594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal penemuannya ini, Simjian mendirikan sebuah perusahaan manufaktur kamera dan menjual lisensi untuk menggunakan kamera tersebut di studio mini yang diletakkan dalam Departement Store dengan nama Photoreflex yang kemudian diganti dengan nama Reflectone. Perusahan inilah yang kemudian terus melakukan pengembangan optik, dan perangkat elektro mekanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Simjian menawarkan ide untuk membuat pelanggan bank melakukan transaksi finacial tanpa bertemu dengan teller, ia diragukan banyak orang. Tak kenal menyerah, pada tahun 1939, Simjian mendaftarkan 20 paten yang berkaitan dengan perangkat temuan barunya tersebut, dan menawarkan temuannya kepada sebuah perusahaan besar yang sekarang dikenal dengan nama Citicorp. Baru setelah 6 bulan kemudian, Citicorp merespon tawaran Simjian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tampaknya, orang yang akan menggunakan mesin ini hanyalah sejumlah kecil pelacur dan penjudi yang malu dan tidak mau bertemu muka dengan tellers” tulis Simjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups, ternyata hari ini pada setiap sudut jalan, kita dapat dengan mudah menemukan mesin “ajaib” ini. Apa yang menjadi keraguan banyak orang pada masa tersebut sangat tidak terbukti. ATM sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi kebanyakan orang yang tinggal di perkotaan. Penemuan Simjian yang pada awalnya diragukan, kini telah membantu banyak orang dengan hadirnya kemudahan malalui mesin ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYo2iYe5rI/AAAAAAAAABQ/-QbMyWb0OnU/s1600-h/atm5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYo2iYe5rI/AAAAAAAAABQ/-QbMyWb0OnU/s200/atm5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415060519367141042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/pengertian-atm-perbedaan-2-atm/"&gt;wartawarga.gunadarma.ac.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-9190337334992684455?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/9190337334992684455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/12/pengertian-atm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/9190337334992684455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/9190337334992684455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/12/pengertian-atm.html' title='Pengertian ATM'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SyYnBiLlQEI/AAAAAAAAAA4/wk_Rd0n4MRg/s72-c/SimjianLutherThm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-5575095975854145114</id><published>2009-11-16T03:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T03:39:23.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jarkom'/><title type='text'>Frame relay</title><content type='html'>Frame Relay adalah &lt;a title="Protokol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol"&gt;protokol&lt;/a&gt; packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat &lt;a title="Telekomunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi"&gt;telekomunikasi&lt;/a&gt; pada satu &lt;a class="mw-redirect" title="Wide Area Network" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wide_Area_Network"&gt;Wide Area Network&lt;/a&gt; (WAN).&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frame_relay#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt; Protokol ini bekerja pada &lt;a title="Lapisan fisik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_fisik"&gt;lapisan Fisik&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Lapisan data-link" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_data-link"&gt;Data Link&lt;/a&gt; pada model referensi &lt;a title="Model OSI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI"&gt;OSI&lt;/a&gt;.Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai &lt;a class="new" title="LAPD (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=LAPD&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;LAPD&lt;/a&gt;, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Frame Relay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan Frame Relay&lt;br /&gt;Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi &lt;a class="new" title="Sirkuit Sewa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sirkuit_Sewa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Sirkuit Sewa&lt;/a&gt; lain seperti jaringan &lt;a title="X.25" href="http://id.wikipedia.org/wiki/X.25"&gt;X.25&lt;/a&gt; dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif &lt;a title="Teknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi"&gt;teknologi&lt;/a&gt; ini adalah:&lt;br /&gt;Sirkuit Virtual hanya menggunakan &lt;a title="Lebar pita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lebar_pita"&gt;lebar pita&lt;/a&gt; saat ada data yang lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan dalam satu jaringan transmisi.&lt;br /&gt;Kehandalan saluran komunikasi dan peningkatan kemampuan penanganan error pada perangkat-perangkat telekomunikasi memungkinkan protokol Frame Relay untuk mengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehingga mengurangi data yang sebelumnya diperlukan untuk memproses penanganan error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standarisasi Frame Relay&lt;br /&gt;Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke &lt;a class="new" title="CCITT (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=CCITT&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;CCITT&lt;/a&gt; semenjak tahun &lt;a title="1984" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1984"&gt;1984&lt;/a&gt;, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat &lt;a class="mw-redirect" title="Cisco" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cisco"&gt;Cisco&lt;/a&gt;, &lt;a title="Digital Equipment Corporation" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_Equipment_Corporation"&gt;Digital Equipment Corporation&lt;/a&gt; (DEC), &lt;a class="new" title="Northern Telecom (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Northern_Telecom&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Northern Telecom&lt;/a&gt;, dan &lt;a class="new" title="StrataCom (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=StrataCom&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;StrataCom&lt;/a&gt; membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut &lt;a class="new" title="Local Management Interface (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Local_Management_Interface&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Local Management Interface&lt;/a&gt; (LMI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Frame Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Frame Relay terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:&lt;br /&gt;Flags&lt;br /&gt;Membatasi awal dan akhir suatu frame. Nilai field ini selalu sama dan dinyatakan dengan bilangan &lt;a class="mw-redirect" title="Hexadesimal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hexadesimal"&gt;hexadesimal&lt;/a&gt; 7E atau 0111 1110 dalam format &lt;a title="Sistem bilangan biner" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_bilangan_biner"&gt;biner&lt;/a&gt;. Untuk mematikan bilangan tersebut tidak muncul pada bagian frame lainnya, digunakan prosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404663466636740226" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 55px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SwE4yatqBoI/AAAAAAAAAAo/oB4w-dU-0KM/s200/350px-FormatFrameRelay.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Address&lt;br /&gt;Terdiri dari beberapa informasi:&lt;br /&gt;Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan &lt;a class="new" title="Switch (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Switch&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Switch&lt;/a&gt; Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.&lt;br /&gt;Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan &lt;a class="new" title="Transmisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transmisi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;transmisi&lt;/a&gt; data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan&lt;br /&gt;C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)&lt;br /&gt;FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan&lt;br /&gt;BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal&lt;br /&gt;Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan&lt;br /&gt;Data&lt;br /&gt;Terdiri dari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi. Tiap frame yang panjangnya bervariasi ini dapat mencapai hingga 4096 &lt;a class="new" title="Oktet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oktet&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;oktet&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Frame Check Sequence&lt;br /&gt;Bertujuan untuk memastikan integritas data yang ditransmisikan. nilai ini dihitung perangkat sumber dan diverifikasi oleh penerima.&lt;br /&gt;Sirkuit Virtual Address&lt;br /&gt;Terdiri dari beberapa informasi:&lt;br /&gt;Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan &lt;a class="new" title="Switch (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Switch&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Switch&lt;/a&gt; Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.&lt;br /&gt;Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan &lt;a class="new" title="Transmisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transmisi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;transmisi&lt;/a&gt; data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan&lt;br /&gt;C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)&lt;br /&gt;FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan&lt;br /&gt;BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal&lt;br /&gt;Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan&lt;br /&gt;Data&lt;br /&gt;Terdiri dari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi. Tiap frame yang panjangnya bervariasi ini dapat mencapai hingga 4096 &lt;a class="new" title="Oktet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oktet&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;oktet&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;[Frame Check Sequence&lt;br /&gt;Bertujuan untuk memastikan integritas data yang ditransmisikan. nilai ini dihitung perangkat sumber dan diverifikasi oleh penerima.&lt;br /&gt;Sirkuit Virtual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame pada Frame Relay dikirimkan ke tujuannya dengan menggunakan sirkit virtual (jalur logikal dalam jaringan). Sirkit Virtual ini bisa berupa Sirkit Virtual Permanen (Permanent Virtual Circuit / PVC), atau Sirkit Virtual Switch (Switched Virtual Circuit / SVC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404664208086936402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 108px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SwE5dk1KK1I/AAAAAAAAAAw/N0-q24XXa7w/s200/350px-2SirkitFrameRelay.jpg" border="0" /&gt;Permanent Virtual Circuit (PVC)&lt;br /&gt;PVC adalah koneksi yang terbentuk untuk menghubungkan 2 peralatan secara terus menerus tanpa memperhitungkan apakah sedang ada komunikasi data yang terjadi di dalam sirkit tersebut. PVC tidak memerlukan proses pembangunan panggilan seperti pada SVC dan memiliki 2 status kerja:&lt;br /&gt;Data Transfer, pengiriman data sedang terjadi dalam sirkit&lt;br /&gt;Idle, koneksi antar titik masih aktif tapi tidak ada data yang dikirimkan dalam sirkit&lt;br /&gt;Switched Virtual Circuit (SVC)&lt;br /&gt;SVC adalah koneksi sementara yang terbentuk hanya pada kondisi dimana pengiriman data berlangsung. Status-status dalam koneksi ini adalah:&lt;br /&gt;Call Setup, hubungan antar perangkat sedang dibangun&lt;br /&gt;Data Transfer, data dikirimkan antar perangkat dalam sirkit virtual yang telah dibangun&lt;br /&gt;Idle, ada koneksi aktif yang telah terbentuk, tetapi tidak ada data yang lewat di dalamnya&lt;br /&gt;Call Termination, pemutusan hubungan antar perangkat, terjadi saat waktu idle melebihi patokan yang ditentukan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frame_relay"&gt;id.wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-5575095975854145114?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/5575095975854145114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/11/frame-relay.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/5575095975854145114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/5575095975854145114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/11/frame-relay.html' title='Frame relay'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wJHgtgQsoIY/SwE4yatqBoI/AAAAAAAAAAo/oB4w-dU-0KM/s72-c/350px-FormatFrameRelay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-5269205458104952180</id><published>2009-10-27T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T00:42:39.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wimax'/><title type='text'>Wimax</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan Teknologi Wireless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.&lt;br /&gt;Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless  WiFi 802.11g  WiMAX 802.16-2004*  WiMAX 802.16e  CDMA2000 1x EV-DO  WCDMA/ UMTS&lt;br /&gt;Approximate max reach (dependent on many factors)  100 Meters  8 Km  5 Km  12 Km  12 Km&lt;br /&gt;Maximum throughput  54 Mbps  75 Mbps (20 MHz band)  30 Mbps (10 MHz band)  2.4 Mbps (higher for EV-DV)  2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA)&lt;br /&gt;Typical Frequency bands  2.4 GHz  2-11 GHz  2-6 GHz  400,800,900,1700,1800,1900,2100 MHz  1800,1900,2100 MHz&lt;br /&gt;Application  Wireless LAN  Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative)  Portable Wireless Broadband  Mobile Wireless Broadband  Mobile Wireless Broadband&lt;br /&gt;[sunting] Sekilas Tentang WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.&lt;br /&gt;[sunting] Spektrum Frekuensi WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.&lt;br /&gt;[sunting] Elemen Perangkat WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.&lt;br /&gt;[sunting] Base Station (BS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * NPU (networking processing unit card)&lt;br /&gt;   * AU (access unit card)up to 6 +1&lt;br /&gt;   * PIU (power interface unit) 1+1&lt;br /&gt;   * AVU (air ventilation unit)&lt;br /&gt;   * PSU (power supply unit) 3+1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.&lt;br /&gt;[sunting] Subscriber Station (SS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.&lt;br /&gt;[sunting] Teknologi WiMAX dan Layanannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.&lt;br /&gt;[sunting] Tinjauan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.&lt;br /&gt;[sunting] Manfaat dan Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-5269205458104952180?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/5269205458104952180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/10/wimax.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/5269205458104952180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/5269205458104952180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/10/wimax.html' title='Wimax'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-3144443194227897804</id><published>2009-04-07T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T02:23:01.300-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Pola Soal Subnetting dan Teknik Mengerjakannya &lt;br /&gt;by Romi Satria Wahono &lt;br /&gt;Pada saat mengajar dan memahamkan materi subnetting di kelas networking atau CCNA, saya biasanya menggunakan metode seperti yang saya tulis di dua artikel sebelumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Konsep Subnetting &lt;br /&gt;Penghitungan Subnetting &lt;br /&gt;Selama ini lancar-lancar saja dan tingkat pemahaman siswa cukup bagus. Kebetulan kemarin (6 Mei 2007) saya berkesempatan mencoba metode yang sama untuk ngajar adik-adik SMKN 1 Rangkasbitung. Pemahaman bisa masuk, hanya ada sedikit permasalahan pada saat mengerjakan soal karena variasi soal yang beragam. Supaya lebih tajam lagi, saya perlu sajikan satu topik khusus teknik mengerjakan soal-soal subnetting dengan berbagai pola yang ada. Anggap saja ini adalah materi berikutnya dari dua materi sebelumnya. Contoh-contoh soal lengkap bisa download dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SOAL MENANYAKAN SUBNETMASK DENGAN PERSYARATAN JUMLAH HOST ATAU SUBNET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal yang menanyakan subnetmask apa yang sebaiknya digunakan dengan batasan jumlah host atau subnet yang ditentukan dalam soal. Untuk menjawab soal seperti ini kita gunakan rumus menghitung jumlah host per subnet, yaitu 2y - 2, dimana y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask. Dan apabila yang ditentukan adalah jumlah subnet, kita menggunakan rumus 2x (cara setelah 2005) atau 2x - 2 (cara sebelum 2005), dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnetmask.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal: A company is planning to subnet its network for a maximum of 27 hosts. Which subnetmask would provide the needed hosts and leave the fewest unused addresses in each subnet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Karena kebutuhan host adalah 27,  kita tinggal masukkan ke rumus 2y - 2, dimana jawabannya tidak boleh kurang dari (atau sama dengan) 27. Jadi 2y - 2 &gt;= 27, sehingga nilai y yang tepat adalah 5 (30 host). Sekali lagi karena y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask, maka kalau kita susun subnetmasknya menjadi 11111111.11111111.11111111.11100000 atau kalau kita desimalkan menjadi 255.255.255.224. Itulah jawabannya  &lt;br /&gt;Soal: You have a Class B network ID and need about 450 IP addresses per subnet. What is the best mask for this network?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: 2y - 2 &gt;= 450. Nilai y yang tepat adalah 9 (510 host). Jadi subnetmasknya adalah: 11111111.11111111.11111110.00000000 atau kalau didesimalkan menjadi 255.255.254.0 (itulah jawabannya! ;)).&lt;br /&gt;Soal: Refer to the exhibit. The internetwork in the exhibit has been assigned the IP address 172.20.0.0. What would be the appropriate subnet mask to maximize the number of networks available for future growth?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Cari jumlah host per subnet yang paling besar, jadikan itu rujukan karena kalau kita ambil terkecil ada kemungkinan kebutuhan host yang lebih besar tidak tercukupi. Jadi untuk soal ini 2y - 2 &gt;= 850. Nilai y yang paling tepat adalah 10 (1022 host). Jadi subnetmasknya adalah 11111111.11111111.11111100.00000000 atau 255.255.252.0&lt;br /&gt;2. SOAL MENGIDENTIFIKASI JENIS ALAMAT IP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal mengidentifikasi jenis alamat IP bisa kita jawab dengan menghitung blok subnet dan mencari kelipatannya blok subnet yang paling dekat dengan alamat IP yang ditanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal: Which type of address is 223.168.17.167/29?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Subnetmask dengan CIDR /29 artinya 255.255.255. 248. Blok subnet= 256-248 = 8, alias urutan subnetnya adalah kelipatan 8 yaitu 0, 8, 16, 24, 32, …, 248. Tidak perlu mencari semu subnet (kelipatan blok subnet), yang penting kita cek kelipatan 8 yang paling dekat dengan 167 (sesuai soal), yaitu 160 dan 168. Kalau kita susun seperti yang dulu kita lakukan di penghitungan subnetting adalah seperti di bawah. Dari situ ketahuan bahwa 223.168.17.167 adalah alamat broadcast.&lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; … 223.168.17.160 223.168.17.168 … &lt;br /&gt;Host Pertama … 223.168.17.161 223.168.17.169 … &lt;br /&gt;Host Terakhir … 223.168.17.166 223.168.17.174 … &lt;br /&gt;Broadcast … 223.168.17.167 223.168.17.175 … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SOAL MENGIDENTIFIKASI KESALAHAN SETTING JARINGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik mengerjakan soal yang berhubungan dengan kesalahan setting jaringan adalah kita harus menganalisa alamat IP, gateway dan netmasknya apakah sudah bener. Sudah benar ini artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah subnetmask yang digunakan di host dan di router sudah sama&lt;br /&gt;Apakah alamat IP tersebut masuk diantara host pertama dan terakhir. Perlu dicatat bahwa alamat subnet dan broadcast tidak bisa digunakan untuk alamat IP host&lt;br /&gt;Biasanya alamat host pertama digunakan untuk alamat IP di router untuk subnet tersebut&lt;br /&gt;Soal: Host A is connected to the LAN, but it cannot connect to the Internet. The host configuration is shown in the exhibit. What are the two problems with this configuration? &lt;br /&gt;Jawab: CIDR /27 artinya netmask yang digunakan adalah 255.255.255.224. Dari sini kita tahu bahwa isian netmask di host adalah berbeda, jadi salah setting di netmask. Yang kedua blok subnet = 256-224 = 32, jadi subnetnya adalah kelipatan 32 (0, 32, 64, 86, 128, …, 224). Artinya di bawah Router 1, masuk di subnet 198.18.166.32. Alamat gateway sudah benar, karena biasa digunakan alamat host pertama. Hanya alamat IP hostnya salah karena 198.18.166.65 masuk di alamat subnet 198.18.166.64 dan bukan 198.18.166.32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SOAL MENGIDENTIFIKASI ALAMAT SUBNET DAN HOST YANG VALID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk jenis soal yang paling banyak keluar, baik di ujian CCNA akademi (CNAP) atau CCNA 604-801. Teknik mengerjakan soal yang menanyakan alamat subnet dan host yang valid dari suatu subnetmask adalah dimulai dengan mencari blok subnetnya, menyusun alamat subnet, host pertama, host terakhir dan broadcastnya, serta yang terakhir mencocokkan susunan alamat tersebut dengan soal ataupun jawaban yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal: What is the subnetwork number of a host with an IP address of 172.16.66.0/21?Jawab: CIDR /21 berarti 255.255.248.0. Blok subnet = 256- 248 = 8, netmasknya adalah kelipatan 8 (0, 8, 16, 24, 32, 40, 48,  …, 248) dan karena ini adalah alamat IP kelas B, blok subnet kita “goyang” di oktet ke 3. Tidak perlu kita list semuanya, kita hanya perlu cari kelipatan 8 yang paling dekat dengan 66 (sesuai dengan soal), yaitu 64 dan 72. Jadi susunan alamat IP khusus untuk subnet 172.16.64.0 dan 172.16.72.0 adalah seperti di bawah. Jadi pertanyaan bisa dijawab bahwa 172.16.66.0 itu masuk di subnet 172.16.64.0 &lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; … 172.16.64.0 172.16.72.0 … &lt;br /&gt;Host Pertama … 172.16.64.1 172.16.72.1 … &lt;br /&gt;Host Terakhir … 172.16.71.254 172.16.79.254 … &lt;br /&gt;Broadcast … 172.16.71.255 172.16.79.255 … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal: What is the subnetwork address for a host with the IP address 200.10.5.68/28?Jawab: CIDR /28 berarti 255.255.255.240. Blok subnet = 256-240 = 16, netmasknya adalah kelipatan 16 (0, 16, 32, 48, 64, 80 …, 240). Kelipatan 16 yang paling dekat dengan 68 (sesuai soal) adalah 64 dan 80. Jadi alamat IP 200.10.5.68 masuk di alamat subnet 200.10.5.64.  &lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; … 200.10.5.64 200.10.5.80 … &lt;br /&gt;Host Pertama … 200.10.5.65 200.10.5.81 … &lt;br /&gt;Host Terakhir … 200.10.5.78 200.10.5.94 … &lt;br /&gt;Broadcast … 200.10.5.79 200.10.5.95 … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SOAL-SOAL LAIN YANG UNIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain 4 pola soal diatas, kadang muncul soal yang cukup unik, sepertinya sulit meskipun sebenarnya mudah. Saya coba sajikan secara bertahap soal-soal tersebut di sini, sambil saya analisa lagi soal-soal subnetting yang lain lagi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal: Which combination of network id and subnet mask correctly identifies all IP addresses from 172.16.128.0 through 172.16.159.255?Jawab: Teknik paling mudah mengerjakan soal diatas adalah dengan menganggap 172.16.128.0 dan 172.16.159.255 adalah satu blok subnet. Jadi kalau kita gambarkan seperti di bawah: &lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; … 172.16.128.0 … &lt;br /&gt;Host Pertama …   … &lt;br /&gt;Host Terakhir …   … &lt;br /&gt;Broadcast … 172.16.159.255 … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini berarti kita bisa lihat bahwa alamat subnet berikutnya pasti 172.16.160.0, karena rumus alamat broadcast adalah satu alamat sebelum alamat subnet berikutnya. Nah sekarang jadi ketahuan blok subnetnya adalah 160-128 = 32 (kelipatan 32), terus otomatis juga ketahuan subnetmasknya karena rumus blok subnet adalah 256-oktet terakhir netmask. Artinya subnetmasknya adalah 255.255.224.0. Kok tahu kalau letak 224 di oktet ketiga? Ya karena yang kita kurangi (”goyang”) tadi adalah oktet ketiga.&lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; … 172.16.128.0 172.16.160.0 … &lt;br /&gt;Host Pertama …     … &lt;br /&gt;Host Terakhir …     … &lt;br /&gt;Broadcast … 172.16.159.255   … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bingung? Atau malah tambah pusing? Tarik nafas dulu, istirahat cukup, sholat yang khusuk dan baca lagi artikel ini pelan-pelan ;) Insya Allah akan paham. Amiin …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Category: Networking&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-3144443194227897804?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/3144443194227897804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/04/pola-soal-subnetting-dan-teknik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/3144443194227897804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/3144443194227897804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/04/pola-soal-subnetting-dan-teknik.html' title=''/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-7238735757436282695</id><published>2009-03-27T02:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T02:44:13.276-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Model Jaringan 7 OSI Layer&lt;br /&gt;Ξ April 21st, 2006 | → | ∇ OSI, Technology | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Layer OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.&lt;br /&gt;Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.&lt;br /&gt;“Open” dalam OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œOpenâ€ dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).&lt;br /&gt;Modularity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modularity &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Layer OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model OSI terdiri dari 7 layer :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Application &lt;br /&gt;Presentation &lt;br /&gt;Session &lt;br /&gt;Transport &lt;br /&gt;Network &lt;br /&gt;Data Link &lt;br /&gt;Physical &lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model OSI Keterangan &lt;br /&gt; Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. &lt;br /&gt; Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. &lt;br /&gt; Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”. &lt;br /&gt; Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). &lt;br /&gt; Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. &lt;br /&gt; Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. &lt;br /&gt; Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-7238735757436282695?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/7238735757436282695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/03/model-jaringan-7-osi-layer-april-21st.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/7238735757436282695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/7238735757436282695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2009/03/model-jaringan-7-osi-layer-april-21st.html' title=''/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5883530558030072170.post-6494469841607996847</id><published>2008-12-24T00:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T00:29:07.710-08:00</updated><title type='text'>teknik informatika</title><content type='html'>Quick Links&lt;br /&gt;&lt;a href="http://monta.if.its.ac.id/" target="_blank"&gt;Monitoring TA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://akademik.its.ac.id/" target="_blank"&gt;FRS Online [lokal]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elearning.lp.its-sby.edu/" target="_blank"&gt;E-Learning [lokal]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hmtc-its.org/" target="_blank"&gt;HMTC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://share.its.ac.id/"&gt;Share ITS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Newsflash&lt;br /&gt;International Conference on ICTS 2008&lt;br /&gt;International Conference on ICTS akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2008. &lt;a href="http://icts.if.its.ac.id/index.html" target="_blank"&gt;Klik di sini&lt;/a&gt; untuk informasi selengkapnya.&lt;br /&gt;Tamu Online&lt;br /&gt;We have 8 guests online&lt;br /&gt;&lt;a id="Content" name="Content"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jurusan Teknik Informatika ITS&lt;br /&gt;Teknologi Informasi merupakan bidang yang berkembang amat cepat yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja di banyak sektor, misalnya pemerintahan, perguruan tinggi, perusahaan jasa, software house, dan perbankan. Ini berarti teknologi informasi berpotensi besar membantu memperbaiki perekonomian Indonesia yang pada saat ini masih terimbas dampak krisis moneter beberapa waktu yang lalu. Melihat peluang untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualifikasi tinggi di bidang Teknologi Informasi, Teknik  Informatika ITS menawarkan program pendidikan tingkat sarjana dan pasca sarjana yang dapat memenuhi kebutuhan pasar akan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi yang berkualifikasi dalam aspek teori dan praktis, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan yang cepat di bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurusan Teknik Informatika yang berada dalam Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) mendirikan &lt;a href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=64&amp;amp;Itemid=68"&gt;program studi sarjana (S1)&lt;/a&gt; mulai tahun 1985 dan &lt;a href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=65&amp;amp;Itemid=69"&gt;program studi pasca sarjana (S2)&lt;/a&gt; mulai tahun 1996. Di usianya yang telah lebih dari 2 dasa warsa ini, Teknik Informatika merintis pendirian &lt;a href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=66&amp;amp;Itemid=70"&gt;program studi pasca sarjana (S3)&lt;/a&gt; mulai tahun 2008 untuk lebih menyediakan kesempatan belajar kepada masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebarnya alumni baik di dalam maupun luar negeri seperti Singapura, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Taiwan, dll. telah membuktikan peran Teknik Informatika ITS dalam pengembangan teknologi informasi secara global. Sesuai dengan peran tersebut, Teknik Informatika ITS telah menjadi tempat tujuan bagi mahasiswa dalam dan luar negeri, seperti Iran, Papua New Guinea, Thailand, dll. Berbagai kerja sama dengan industri dan institusi di berbagai negara, memungkin mahasiswa untuk kerja praktik atau mengikuti &lt;a href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=68&amp;amp;Itemid=71"&gt;double degree program&lt;/a&gt; di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Informatika ITS telah menjadi salah satu pusat pendidikan di bidang teknologi informasi. Beberapa mahasiswa telah menjuarai berbagai kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional. Jurusan Teknik Informatika menyediakan berbagai fasilitas modern, seperti adanya wireless network, akses ke jurnal internasional, dll. untuk mempermudah mahasiswa mengembangkan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last Updated ( Thursday, 17 January 2008 11:06 )  &lt;br /&gt;Pengumuman&lt;br /&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=80249:opera-and-the-web-seminar&amp;amp;catid=14:pengumuman"&gt;Opera and The Web Seminar &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=676:kunjungan-fontys-university-program-double-degree&amp;amp;catid=14:pengumuman"&gt;Kunjungan Fontys University (Program Double Degree) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=75:pmdk&amp;amp;catid=14:pengumuman"&gt;Penerimaan Mahasiswa Baru (PMDK) 2008/2009 &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://www.if.its.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=74:frs-semester-genap&amp;amp;catid=14:pengumuman"&gt;FRS Semester Genap &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Polling&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5883530558030072170-6494469841607996847?l=imamtriwb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamtriwb.blogspot.com/feeds/6494469841607996847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2008/12/teknik-informatika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/6494469841607996847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5883530558030072170/posts/default/6494469841607996847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamtriwb.blogspot.com/2008/12/teknik-informatika.html' title='teknik informatika'/><author><name>Imam Tri Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13335896977402950247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
